Profil

Berdasarkan Peraturan daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 tahun 2007 tentang Pembentukan Dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul :

Kedudukan

Kedudukan Dinas Sumber DAya Air Kabupaten Bantul merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Sumber Daya Air. Dinas Sumber Daya Air dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Tugas Pokok

Tugas pokok Dinas Sumber Daya Air adalah melaksanakan kewenangan kabupaten di bidang Perencanaan, Pengelolaan, Pengendalian dan Pengawasan Sumber Daya Air.

Fungsi

Dinas Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi :

  1. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program kebijaksanaan teknis di bidang Sumber Daya Air;
  2. Pembinaan umum di bidang Sumber Daya Air berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan Bupati berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
  3. Bimbingan teknis di bidang Sumber Daya Air berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan Bupati berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
  4. Pelaksanaan pembinaan operasional bidang Sumber Daya Air berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan Bupati berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
  5. Pemberian perijinan bidang Sumber Daya Air berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan Bupati berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
  6. Pengawasan dan pengendalian teknis di bidang Sumber Daya Air (Operasi, Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi Program Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Sungai, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, Pembinaan Pengguna Air, Pengendalian Bencana Alam dan Konservasi, Pengendalian dan Pengawasan Bahan galiab C, Pembangunan plat beton di jaringan irigasi) berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan Bupati berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
  7. Pengelolaan rumah tangga dan tata usaha Dinas Sumber Daya Air.

Tujuan

  1. Meningkatnya pelayanan irigasi melalui peningkatan, pengembangan, pemeliharaan, pelestarian jaringan irigasi dan optimalnya fungsi sarana bangunan pengairan
  2. Mewujudkan profesionalisme pelayanan kantor
  3. Mengoptimalkan peran pelaku pariwisata
  4. Mewujudkan produk pariwisata daerah yang dikenal secara luas

Sasaran

  1. Terlayaninya kebutuhan irigasi melalui peningkatan, pengembangan, pemeliharaan, pelestarian jaringan irigasi dan optimalinya fungsi sarana bangunan pengairan
  2. Terlindunginya kawasan permukiman , pertanian, pariwisata, perikanan, industri, dan sektor strategis lainnya dari ancaman bahaya banjir
  3. Optimalnya pengelolaan potensi sumberdaya air
  4. Terkelolanya bahan gal. gol C , air baku melalui pengaturan pengurusan, pembinaan, pengembangan dan pengawasan penggunaan air baku dan usaha pertambangan
  5. Meningkatnya pelayanan pengelolaan bahan gal. gol C , air baku melalui pengaturan pengurusan, pembinaan, pengembangan dan pengawasan usaha pertambangan

Kebijakan

  1. Melaksanakan Rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi untuk mengubah lahan tadah hujan menjadi lahan beririgasi
  2. Melaksanakan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi untuk mencegah kerusakan akibat bencana banjir
  3. Melaksanakan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi untuk mendukung terlaksanakanya pola tanam dan tata tanam
  4. Melaksanakan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi untuk menanggulangi kekurangan debit air irigasi di musim kemarau
  5. Meningkatkan pendidikan dan pengetahuan penambangan bahan galian C bagi pengelola untuk melaksanakan pembinaan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam elakukan penambangan yang sesuai aturan
  6. Meningkatkan pendidikan dan pengetahuan pengelolaan energi untuk pemanfaatan energi alternatif.

Program

  1. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, danau, sungai, rawa dan jaringan pengairan lainnya
  2. Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku Kegiatan :
    1. Pelestarian sumber air dan peningkatan kesadaran penghematan air.
    2. Pengadaan sarana pengendalian eksploitasi air dalam
    3. Inventarisasi pengambilan dan kapasitas air dalam
    4. Pengawasan dan pengendalian eksploitasi air dalam
    5. Penyusunan regulasi pengelolaan air dalam
  3. Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Air lainnya Kegiatan :
    1. Pembangunan embung dan bangunan penampung air lainnya
    2. Rehabilitasi kawasan kritis daerah tangkapan sungai dan danau
    3. Pembuatan sumur resapan untuk daerah kritis air di DAS Progo, Opak dan Oyo
  4. Pengendalian Banjir Kegiatan :
    1. Rehabilitasi tebing dan tanggul sungai
    2. Normalisasi sungai dan afvour
    3. Pembangunan reservoir pengendali banjir
    4. Rehabilitasi dan pemeliharaan bantaran sungai
    5. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir
    6. Pengawasan sarana dan prasarana pengendali banjir
    7. Fasilitasi PPTPA dan PBA
    8. Penanggulangan banjir
    9. Inventarisasi data daerah rawan banjir
    10. Penyusunan PERDA pengelolaan sungai
    11. Pengadaan sarana dan prasarana pengendali banjir
  5. Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan Kegiatan :
    1. Penyusunan usulan Pra Raperda Pengelolaan Bahan Galian Gol. C.
    2. Sosialisasi regulasi Bahan Galian Gol. C
    3. Monitoring dan pengendalian kegiatan penambangan bahan galian Gol. C
    4. Koordinasi dan pendataan tentang hasil produksi di bidang pertambangan
    5. Penegakan aturan penambangan bahan galian Gol. C.
    6. Operasinal Perizinan dan penanganan pengaduan
    7. Inventarisasi penambang galian C.
  6. Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan Kegiatan :
    1. Penyadaranan penghematan energi
    2. Inventarisasi data potensi sumber energi alternatif
    3. Pengadaan sarana pengelola energi
    4. Penyusunan regulasi tentang lembaga pengelola sektor energi